Ketika anak melakukan kesalahan dan kelakuannya diluar ambang batas kewajaran, orang tua sering kali mengutuk anaknya dengan kata ''durhaka kamu pada ibumu''. Sengsara engkau kelak nak. Hidupmu akan berada dalam kesusahan selalu. Ingat omongan ibumu ini.
Dalam kasus seperti ini, saya acapkali menemui kasus ini terjadi. Kalo dilihat dan dikaji lebih dalam jauh sebelum ucapan ibu terlontar. Ternyata si ibu adalah orang yang tidak peduli pada pendidikan anaknya, entah sianak mengaji atau tidak, orang tua hanya sekedarnya saja menyuruh bahkan sering kali tak peduli dan menganggap pendidikan itu tak penting. Begitupun dengan perangai orang tua itu sendiri yang sering mengucapkan kata-kata kotor ketika sianak melakukan kesalahan dalam kesehariannya. Sementara sianak sendiri belum mengerti bahwa apa yang dia perbuat itu tidak baik dan salah.
Tapi si ibu malah dengan entengnya menghardik dan memfonis bahwa sianak sudah sangat nakal dan melewati batas, padahal si ibu sendiri sudah dari awal memberikan pendidikan yang kurang baik. Tidak mengawal dan mengawasi anaknya kedunia pendidikan agama. Seperti mengantarkan mengaji untuk mendapatkan pendidikan agama, membantu mengerjakan tugas sekolah sianak dan memberikan contoh perilaku yang baik dalam kesehariaannya, itu semua tidak dilakukan. Bukankah sudah menjadi tanggung jawab sebagai orang tua guna memberikan pendidikan yang baik kepada anaknya, dan itu wajib.
Jadi jangan salahkan sianak, jika kelak anak anda dewasa dan berani menghardik anda, karena anda sendiri sudah sering menendang, mencaci atau memukul sampai memar-memar ketika sianak belum paham kalo dia salah. Apalagi kutukan anda yang mengucap kata kamu durhaka kepada sianak, itu percuma, sama saja anda menuntut hak tapi takpernah memberikan hak dan kewajiban anda sebagai orang tua. Ingatlah ketika anda berdoa, atau mengutuk, maka ada yang mengamini dan itu artinya semoga juga berlaku untuk anda. Artinya, anda juga durhaka pada tuhan dengan tidak memberikan haknya.
Ohhh ibu jangan ajari mereka durhaka padamu!!!
Sebagai orang tua, kita harus bijak, memb.erikan contoh yang baik. Jika memang sudah kita melakukan sesuai tuntunan dan kita juga menjalankan hak yang harus kita berikan, tapi masih tak sesuai harapan. SARAN doakan saja anak anda agar segera mendapat hidayah, dan yang demikian itu lebih baik daripada mengutuk.

Tidak ada komentar